Senin, 08 April 2013

Datang dan Pergi



Dunia bagaikan surga tempat segala nya terasa indah dan amat nyata. Mentoreh kan sedikit kenangan indah atau pun kenangan berupa luka. Secepat atau selama apapun waktu berlalu, semua manusia pasti akan merasakan nya. Cinta yang indah atau hanya sebuah luka. Sebuah tawa atau setetes airmata. Semuanya seakan membelungguh hati tempat semua rasa menyesakkan dada.

Aku duduk manis sambil memperhatikan beberapa orang berlalulalang dengan diekori anak-anak mereka. Mereka membawa barang-barang yang cukup besar. Ada juga ada yang hanya membawa tas sandang. Beberapa orang duduk dibawah lantai sampai menunggu penumpang yang datang. mata ku melirik-lirik bunyi yang terdengar dari ujung sana. Setelah kereta berhenti dan penumpang turun satu persatu, mata ku tertuju pada satu titik. Satu senyuman yang membuat jantung ku berdetak kencang. Tubuh ku membeku, tak bergerak sama sekali. Hanya mata ku yang terus mengikuti setiap pergerakan nya yang akhirnya duduk disamping ku. Dia hanya tersenyum manis dan tertawa melihat tampang ku yang begitu antusias memperhatikan nya.
"gue Anjas . lo ?" dia mengulurkan tangan nya dan lagi-lagi tersenyum
"ng.. ng .." belum pernah ku merasakan senervous ini dan perlahan ku kumpulkan sisa-sisa nyawa yang tadi terbang ntah kemana .
"nama lo siapa ?" dia mengulang lagi pertanyaan nya
"gue sisil . "
"lo kenapa ? ngeliatin gue gitu amat . ada yang aneh ? atau ada sesuatu yang ngikutin gue ya ?" dia melihat kebelakang punggung nya beberapa kali
"haha .. lo tuh lucu banget sih . ngga lah . gue cuma bingung aja ."
dia mengerutkan kening dan kami pun melewati beberapa jam di stasiun kereta . orang-orang yang tadi ramai kini sudah mulai berkurang . cahaya matahari juga sudah mulai redup . tapi rasa nya baru beberapa menit saja aku bersama dia melewati waktu bersama .
"sudah hampir magrib . gue balik dulu ya ."
tak ada jawaban keluar dari bibir ku . rahang ku terasa keras . sulit untuk ku ungkapkan , rasa nya ku ingin terus bersama dia . aku hanya tersenyum dan mengangguk pelan
"gue janji kita ketemu lagi disini ." langkah nya cepat , melambai dan menghilang

Dia bilang apa ? kata-kata yang dia ucapkan tadi beulang kali coba ku cerna . berjanji ? bertemu disini lagi ? tempat perkenalan juga menyisahkan kerinduan . ntah perasaan ini apa dan bagaimana aku bisa menyembunyikannya . tapi dengan hebat nya rasa itu bergejolak dan semakin kuat . pangeran tampan ini . pangeran dari dunia anatahberantah yang tidak jelas keberadaan nya . pangeran yang diutus tuhan untuk kembali mengisi kekosongan hati atau hanya manusia biasa yang berasal dari sudut dunia ?

Keesokan hari nya ku menunggu disudut stasiun . berharap sosok bersenyumkan manis itu datang kembali dan menepati janji . sesekali mata ku memandang kekanan kekiri . tapi belum juga datang . mata ku menatap jam dinding yang yang setia menunjukkan waktu yang terus berjalan . sudah setengah hari ku duduk disini . terlalu letih dan ku beranjak pergi .

Besok , besok dan besok lagi ku terus menunggu sosok itu di stasiun ini . tapi pengeran tampan itu juga belum memberikan tanda-tanda akan datang .
"ngapain lo disini ?"
"ngg .. ng.. ggue .."kekagetan itu begitu merasuk sisi-sisi tubuhku
"ngg .. angg . ngg .. haha apaan sih lo ?
"lo tuh ya hoby banget ngagetin orang ? lo darimana juga ? dari kemarin gue nungguin lo disini ? lo tau ga setiap hari ? tapi lo ga muncul-muncul ?" emosi ku memuncak , tak dapat lagi ku tahan dan ku sadari kata-kata itu tak seharusnya keluar dari mulutku
dia menundukkan kepala . seketika hening . tak ada satu kata pun keluar dari kami berdua
" maafin gue .. gue ngelanggar janji gue sama lo . lo boleh marah sama gue , kalo mau mukul juga boleh . tapi denger , gue seneng bisa kenal sama lo . walau cuma beberapa jam , tapi itu udah beharga banget buat gue ."
dia diam sejenak lagi kembali bicara
"gue harus kembali ke Jogja buat nerusin kuliah , gue seneng banget lo bersedia nungguin gue . tapi ga perlu , ga usah .. mungkin udah terlalu lama lo nungguin sebuah ketidakpastian . gue pamit .........."
suara nya lirih , beberapa kali terdengar suara hembusan nafas yang berat . suara kereta berbunyi dan ia memasuki nya . sesekali ia menghadap kebelakang dan menatap wajah ku yang begitu memancarkan kesediahan . dan ia berlalu begitu saja . secepat angin yang datang dan pergi ~ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar