Jumat, 22 Maret 2013

Peka dong peka !



Siang ini aku berjanji menemui Dany untuk mengurus tugas-tugas kuliah yang sudah memenuhi fikiran ku beberapa hari ini . Dany , sahabat ku atau malah sosok yang selalu ku puja karena kesederhanaan nya . tapi rasa itu dengan lincah nya ku tutupi saja . yah biarkan saja berlalu , jauh , semakin jauh dan semakin dalam bila ku biarkan rasa ini . Aku sudah menyukai nya sejak kami bertemu dulu dibawah Halte Kota . bukan bukan ! bukan wajah nya yang membuat ujung kaki sampai kepala bergetar melihatnya . Tapi sorok matanya dan senyum nya yang tak kalah membuatku tersipu malu . Tapi kini aku memutuskan untuk menyimpan rasa ini sendirian .

"Gue pinjam laptop lo buat Online sebentar ya ." Tanya  sambil merebut laptop yang masih dia pakai .
"Enak aja , gue lagi chat nih sama cewe kece . coba lo liat ." lalu dia tunjukkan foto profil wanita yang mengajak nya berkenalan tadi .
"Oh . cantik ." singkat , padat dan jelas . Wajah ku langsung berubah seperti nenek sihir yang ingin mengacak-ngacak seisi rumah . 
Dany membalik kan wajah nya dan menghadap melihat ku . wajah yang kala itu murung langsung memberikan efek merah dipipi
"Lo kenapa sih ? jutek gitu . lagi dapet ye ?" 
"kaga ."
"Dih gitu . gue cium nih ."
"Lo genit banget sih . udah deh ga usah ngelucu didepan gue ."
"tuh kan sewot . yauda maaf ya ." Dany lalu memegang tangan ku secara perlahan . lembut , halus . tapi tiba-tiba dia malah tertawa terbahak-bahak . spontan , tangan nya ku lepaskan dengan sedikit hentakan . 
Rasa malu itu atau aku selalu nyaman disampingnya ? aah lelaki ini tidak tahu atau hanya purapura tidak 
tahu ?
                                            ***
Malam minggu , seperti kebanyakan muda-mudi mereka menghabiskan waktunya untuk bersuka-cita dengan pasangannya . tapi aku lebih memilih diam dan mengurung diri didalam kamar dengan pacar setia ku , laptop . tiba-tiba bel rumah ku berbunyi . suara itu sontak membuatku berdiri perlahan dengan engganya . 
"Hai ." Sapa lelaki diujung pintu yang disebelahnya berdiri sambil berayun-ayun disampingnya
HAH ! mood ku langsung berubah menjadi wajah serigala . wanita itu wanita yang baru saja Dany kenal dari jejaring sosial . dan ternyata dia lebih menyukai wanita itu dari pada aku . aku yang selalu setia menemaninya dimana pun dia berada . aku yang selalu memendam rasa cinta , dan kini berubah menjadi luka .
                                           ***
"Temenin gue yuk . " ajaknya sambil merangkul tubuh ku
"kemana ?"
"Kerumah Syifa , mau nganterin ini . hari ini gue sama dia kan anniv satu tahun ."
sesak dada ku kala itu . sudah berapa lama aku menunggu nya ? sudah berapa lama dia tidak peka ? sudah berapa lama rasa ini berubah menjadi airmata ?
"Ogah ."
"ayo dong , ntar gue traktir makan ." paksanya lalu menggandeng tangan ku menuju Halte pertama kali kami bertemu .
Aku hanya diam , hanya bisa berfikir dan mencerna segala apa yang terjadi ternyata hanya lah bualan mimpi belaka . bahkan aku hanya memandang sekitaran halte yang sudah lama tidak kami singgahin berdua ini . aku merindukan itu , merindukan masa-masa indah itu .
"Udah lama ya ngga kesini ?" kami pun saling berpandangan
tangan nya ku sadari menggenggam erat tangan itu ku hempaskan begitu saja . 
"Lo kenapa sih , akhir-akhir ini lo berubah ?" tanyanya
"lo yang kenapa ?"
"Loh , kok gue . gue fine-fine aja ."
"lo yang nganggep lo fine aja . tapi gue ? lo menghargai perasaan gue ga ?"
"hah apa ?"
"ga usah sok bego ! lo itu udah bego dan ga usah bego-begoin gue !"
bisa ku rasakan emosi ku bergejolak tak terkendalikan . aku juga bisa merasakan air mata ku turun begitu cepat . tiba-tiba dia memelukku , erat , hangat ....
"Maafin gue nyakitin lo terus . gue bukannya ngga tau terhadap perasaan lo . gue juga bukan nya ngga peduli dengan keberadaan lo . tapi lo bisa ngerasain kan ? cinta yang diam-diam itu terkadang lebih dalam ."
"Gue sayang sama lo , dan . lo jahat banget sama gue ."
Ku peluk lagi tubuh Dany dan tak mau ku lepas lagi .
"Iya , iya gue juga sayang sama lo . udah deh jangan cengeng gini ."
aku hanya tersenyum dan tersipu malu . Dany menghapus airmata ku yang sudah basah membasahi wajah .
"terus pacar lo gimana ?"
"Gimana apanya ? gue sama dia mah terus jalan aja ." Dany tersenyum sinis kepadaku lalu tertawa .
"Tuh kan jahat ." ku manyunkan lagi bibir ku
"haha iya iya , besok gue putusin deh . tapi ada syaratnya ."
"apa coba ?"
"Cium dulu sih ." Dany tertawa terbahak-bahak . tanpa dia sadari satu kecupan mendarat dipipinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar