Rabu, 20 Maret 2013

Memendam Perih Tutupi Luka


Cerita Selanjutnya klik di sini :)


"saya pesan satu cup vanilla ice cream ya mbak . kamu pesan apa , rin ?" tanya ku sambil memberikan buku menu restoran ini .
"satu ice cream brownies aja mbak ." lalu dia memberikan menu itu kepelayan . aku mengamati detail demi detail cafe yang baru pertama kali ku kunjungi ini . cafe ini hanya bertahtakan kaca dikiri kanan depan belakang nya . cafe ini juga memberikan keindahan mata dengan pemandangan bergugurannya musim semi ditengah kota paris .
tiba-tiba seorang lelaki dengan tubuh tinggi dan berkulit putih menghampiri kami . rina langsung berdiri dan mempersilahkan nya duduk . aku bisa merasakan keakraban yang terjalin diantara mereka berdua .
"kenalin , ini temen aku dari amrik ." lelaki itu memberikan tangan nya dengan senyum lembut dari mata syahdu . aku pun menerima tangan nya sebagai tanda perkenalan .
setelah berbincang-bincang panjang , kami bertiga pun memilih duduk dibawah pohon yang gugur dengan warna-warninya . Udara yang dulu panas mulai terasa sejuk dan semakin dingin dengan bergesernya hari. Pepohonan mulai berwarna kekuningan dan burung-burung bagaikan sebuah pesta layang-layang mengisi langit bertebaran melintasi awan mengepakan sayapnya untuk berimigrasi ke daerah panas . yah sangat menyejukkan . KRING..KRING . mata kami langsung tertuju kesatu arah . Handphone Rina yang sejak tadi berdering kini menghasilkan suara-suara aneh diujung sana . Rina lalu pamit untuk pulang keApartemen nya yang tidak jauh dari sini . Dan kini tinggallah aku bersama lelaki yang baru saja ku temui .
Dibangku bewarna coklat dan dibawah pohon rindang yang berguguran .
Sejak pertemuan itu , aku sering tidak sengaja bertemu dirinya dibangku itu lagi . banyak hal yang sebelum nya tak ku tahu , dia menceritakan segalanya tentang dirinya . wajahnya yang dulu berbalutkan kesedihan , kini mulai merekah dan berubah menjadi senyum & tawa . setiap hari , hari-hari ku habiskan dengan nya . perasaan yang dulu menghantui mimpi-mimpiku , kini berubah dan menjelma menjadi nyata . aku tidak tahu jelas nya perasaan ini , perasaan dimana aku merindukan canda tawa nya saat dia tidak ada , perasaan dimana bayang-bayang nya menjadi nyawa terindah .


Tinggalkan komentar anda dibawah tulisan ini :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar