Minggu, 31 Maret 2013

Potret Kehampaan III(ending)


Sebelumnya -Potret Kehampaan I
                   -Potret Kehampaan II


*3 Tahun kemudian*

Setelah menyelesaikan kuliah , ku lanjutkan bekerja disalah satu Rumah Sakit di Jakarta . Kesibukan itu menyita sepenuhnya fikiran ku . tapi ku sangat menikmatinya , terlebih lagi karena aku bisa melupakan masalah yang ada . ku sangat berharap semua ini bisa menjadi jurang untuk ku dan penghianat cinta itu . sejak kejadian itu juga ku belum pernah bertemu dengan nya lagi . ku pun merasa enggan , untuk menatapnya saja mungkin aku sudah tidak bisa .

Sepulang dari Rumah Sakit , ku henti kan Taxi yang berlalu-lalang dihadapan ku . ntah kenapa , aku malah meminta supir Taxi melewati sebuah Vila berwarna putih . didepan Vila itu ada sebuah mobil yang sangat familiar buat ku . ku menerka-nerka , berharap ingatan itu kembali lagi setelah sekian lama ku kubur dalam-dalam . ku hentikan Tax itu depan didepan Vila . Kaki ku bergerak mengikuti jalan setapak yang membawaku menuju sebuat pintu besar . Tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri dan wanita tua yang dulu ku temui itu meminta ku masuk dan naik kebalkon atas . Satu persatu anak tangga ku naiki dengan perlahan . Balkon ini masih sama seperti dulu , masih ramah dan bertahtakan kaca . tapi bedanya , dulu ada dua orang anak tuhan yang saling jatuh cinta dan kini keduanya saling membenci .

Tidak ada siapa pun orang disana . ku duduk dibangku yang memperlihatkan surga nya malam . angin malam itu mulai merasuk ketulang-tulangku . dingin itu perlahan tapi pasti menembus pori-pori baju ku yang tipis . Tiba-tiba sesuatu memeluk dan menghangat kan tubuh ku . spontan , ku terhentak kanget . hampir saja satu tinjuan mengenai pipi lelaki ini . tapi langsung ku turunkan ketika melihat siapa sosok yang sedang berdiri didepan ku ini . detak jantung seketika membunyikan bungi gendang . darah mengalir deras yang membuat tangan dan kaki ku mulai dirasuki rasa dingin . Tubuhku hanya mematung , tak bergerak . ku hanya mencoba mencerna apa yang telah terjadi kini . Tapi dia malah tersenyum lebar lalu memeluk ku erat . beberapa kali ku rasakan dingin itu mengalir dan aku tahu pasti itu adalah air mata

"lo boleh benci sama gue " katanya datar sambil menundukkan kepala .ntah ini apa , tai ku bisa merasakan penyesalan itu menjelma didirinya .
"udah gue lakuin ."
"lo masih tetep sama ya .masih tetep sering ngoceh , masih tetep cerewet ." selingan tawa terdengar diujung kalimat
"yah , bagus . daripada lo berubah drastis ."jawabku jutek
"lo tau ? ketika perjumpaan nyata bahkan tak mampu menghapus setiap jengkal asa yang menitikberatkan pada rasa bernama cinta ."
"maksud nya ?"
"lihat aku . aku tidak pernah meninggalkan mu , aku masih disini , dihatimu . aku juga tidak pernah lari dari hidupmu , aku selalu memperhatikan gerak-gerikmu tanpa kamu tahu . ku tahu , ini semua salah , aku benar-benar minta maaf . tapi ku lakukan ini karena permintaan mama . mama memintaku menikahi wanita itu . wanita yang tak pernah ku cintai itu . mama sakit berat , dan mama menuntut ku untuk menikahi nya . menghilangnya aku dari hadapan mu agar kamu bisa membenci dan melupakan ku . dengar sayang , aku sangat mencintaimu tapi maaf kita tidak bisa bersama ."dia melepaskan tangan nya yang sejak tadi memegang bahuku . dia berbalik dan berjalan pergi .airmata ku seakan tak tertahan kan . sekuat apa pun itu , sehebat apa pun ku menyembunyikan tangis ku , dia tetap bergerak membiarkan ku merasakan pahitnya cinta
"Berhenti melangkahkan kaki !" kata ku sedikit berteriak 
tangan ku meraihnya dan perlukan hangat terjalin diantara kami , pelukan selamat tinggal . lama , keheningan ini bagai cambuk . perih ini bukan hanya di tinggal pergi , tapi juga pertemuan dikala kebencian itu menyelinap dihari-hari . dia melepasnya pelukan , berbalik dan menghilang


Tinggalkan komentar anda dibawah tulisan ini :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar